PRAKTIKUM TERPADU
( Penentuan Kadar Alkali Bebas )
DisusunOleh :
Nama : Dwi Amalia Firdaus
Nis : 134944
Kelas / Kelompok : IIID / D1.3
SMK-SMAK MAKASSAR TAHUN AJARAN
2015/2016
Nama : Dwi Amalia Firdaus
Nis : 134944
Kelas : 3D
Kelompok : D1.3
Tanggal Mulai : 28 Januari 2016
Tanggal Selesai : 28 Januari 2016
Judul Penetapan : Kadar Alkali Bebas
Tujuan Penetapan : Untuk mengetahui kadar alkali bebas
dalam sampel sabun Lifebuoy.
Dasar Prinsip : Jumlah alkali yang terkandung dalam
sampel dinetralkan dengan HCl. Jumlah
HCl yang digunakan eqivalen dengan
jumlah alkali yang terkandung dalam
sampel.
Reaksi :
NaOH + HCl ---> NaCl + H2O
Landasanteori
:
Sabun adalah surfaktan yang digunakan dengan air untuk mencuci dan membersihkan. Surfaktan juga dapat ditemui pada deterjen, kosmetik, farmasi dan tekstil. Produk pangan seperti eskrim juga menggunakan surfaktan sebagai bahannya. Karena sifatnya
yang menurun kan tegangan permukaan, surfaktan dapat digunakan sebagai bahan pembasah (wetting
agent), bahan pengemulsi (emulsion
agent) dan sebagai bahan pelarut (solubilizing
agent).
Seperti sabun,
deterjen memiliki rantai molekul hidrofobik atau rantai molekul yang tidak suka air
dan komponen hidrofilik atau rantai molekul suka air. Hidrokarbonhidrofobik yang
ditolak oleh air, tapi ditarik oleh minyak dan lemak. Dibanding dengan sabun,
detergen mempunyai keunggulan antara lain mempunyai daya cuci yang
lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air.
Detergen terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi yang
digunakan untuk membantu pembersihan.
Sifat umum Sabun dan Detergen:
1. Bersifat basa
2. Tidakberbuih di air sadah
(GaramCa, Mg dariKhloridadanSulfat.
3. Bersifatmembersihkan
R- (non
polar dan Hidrofob) akan membelah molekul minyak dan kotoran menjadi partikel yang
lebih kecil sehingga air mudah membentuk emulsi dengan kotoran dan mudah dipisahkan.
Sedangkan -C-O– (polar dan Hidrofil) akan larut dalam air
membentuk buih dan mengikat partikel – partikel kotoran sehingga terbentuk emulsi.
Deterjen terdiri dari surfaktan,
builder yang berfungsi meningkatkan daya cuci dan bahan aditif lainnya. Deterjen memiliki struktur kimia
yang
terdiri dari ujung karbon hidrofobik dan ujung sulfat sehingga dapat mengemulsi lemak. Istilah deterjen biasanya digunakan untuk berbagai macam bahan pembersih atau bahan
yang memiliki kemampuan membersihkan.
Komponen deterjen dan peranannya:
- Surfaktan: dalam suatu formulasi deterjen, surfaktan berfungsi untuk mengadsorpsi, mengurangi daya tegang antar permukaan, membasahi, mengemulsikan, dan mendispersi.
- Builder: berfungsi untuk meningkatkan daya cuci, misalnya sodium karbonat, sodium sulfat, sodium nitrat, sodium trifosfat, sodium silikat, dll. Tripoli Sodium Fosfat (TSP) merupakan salah satu contoh polifosfat yang sering digunakan sebagai zat pembangun dalam pembuatan deterjen. Polifosfat bersifat basa, berfungsi melunakkan air sadah, sebagai buffer, mencegah redeposisi, dan menyebarkan deterjen dalam larutan.
- Filler (pengisi) adalah bahan tambahan deterjen yang tidak mempunyai kemampuan meningkatkan dayac uci, tetapi menambah kuantitas atau dapat memadatkan dan memantapkan sehingga dapat menurunkan harga. Contoh : Sodium sulfate
- Additives adalah bahan suplemen/ tambahan untuk membuat produk lebih menarik, misalnya pewangi, pelarut, pemutih, pewarna dan sebagainya yang tidak berhubungan langsung dengan daya cuci deterjen. Additives ditambahkan lebih untuk maksud komersialisasi produk. Contoh : Enzyme, Borax, Sodium chloride, Carboxy Methyl Cellulose (CMC) dipakai agar kotoran yang telah dibawa oleh detergent kedalam larutan tidak kembali kebahan cucian pada waktu mencuci (anti Redeposisi). Wangi – wangian a tau parfumd ipakai agar cucian berbau harum, sedangkan air sebagai bahan pengikat.
- Bahan-bahan lain, misalnya: (i) antioksidan untuk mencegah deterioration sabun terhadap oksidasi (sodium thiosulfatdan sodium hyposulfat); (ii) zat bleaching danoxiding agent untuk dicampur dengan powdered soap (sodium perborat); (iii) Ian olin untuk meningkatkan kadar minyak; (iv) pelembut kulit; (v) lain-lain seperti parfum, pewarna, senyawa kimia pharmaceutical (deodorant), enzim (protease) yang sering ditambahkan dalam deterjen untuk meningkatkan daya pengikat terhadap kotoran berupa protein.
Sabun dan deterjen dapat berperan sebagai surfaktan sehinggad apat mengemulsikan
air dengan lemak (kotoran) yang akan dibersihkan.
Surfaktan adalah bahana ktif permukaan, yang
bekerja menurun kan tegangan permukaan cairan,
sifat aktif ini diperoleh dari sifat ganda molekulnya. Bagian polar
molekul nya dapat bermuatan positif,
negatif atau punnetral, bagian polar mempunyai gugus hidroksil semetara bagian
non polar biasanya merupakan rantai alkil yang
panjang. Surfaktan pada umumnya disintesis dari turunan minyak bumi dan limbahnya dapat mencemarkan lingkungan,
karena sifatnya yang sukar terdegradasi,
sela ini tuminyak bumi merupakan sumber bahan baku yang tidak dapat diperbarui.
Ini surfaktan
biasa disebut juga emulgator. Mekanisme kerja surfaktan juga melibatkan terbentuknya
kombinasi air, surfaktan dan lemak. Setelah
lemak terangkat oleh surfaktan, lalu surfaktan tersebut larut dan membentuk kombinasi
yang biasa disebut misel.
Bagian
yang berbentuk bulat dan lonjong merupakan kepala yang mengarah keluar dan berinteraksi
dengan air. Sedangkan bagian yang panjang dan mengarah ke dalam merupakan bagian
ekor yang berinteraksi dengan lemak. Dari gambar di atas terlihat bahwa lemak atau
kotoran seolah-olah terbungkus dalam kumpulan surfaktan sehingga dapat larut dalam
air.
Alat Dan Bahan :
Alat:
·
Erlenmeyer
250 ml
·
Gelasukur
50 ml
·
Pipettetes
·
Waterbath
·
Pendingintegak
·
Nampan
·
Buret
·
Statif
·
Corong
Bahan :
·
Sampel
(sabun)
·
Alcohol
netral
·
Indicator
PP
·
Aquadest
·
HCl
alcohol 0,1 N
HASIL ANALISIS : ..........................................................
Kesimpulan :
Dari hasil pengamatan dan perhitungan, dapat
disimpulkan bahwa kadar alkali bebas yang
terkandung
dalam sampel sabun Lifebuoy adalah 0,25 %.
DAFTAR PUSTAKA :