Sabtu, 23 April 2016

Kadar Alkali Bebas dalam sabun Lifebuoy



PRAKTIKUM TERPADU
( Penentuan Kadar Alkali Bebas )


DisusunOleh :
Nama                        :       Dwi Amalia Firdaus
Nis                            :       134944
Kelas / Kelompok      :       IIID / D1.3


SMK-SMAK MAKASSAR TAHUN AJARAN
2015/2016


                       
Nama                                       :  Dwi Amalia Firdaus
Nis                                           :  134944
Kelas                                       :  3D
Kelompok                               :  D1.3
Tanggal Mulai                        :  28 Januari 2016
Tanggal Selesai                      :  28 Januari 2016
Judul Penetapan                    :  Kadar Alkali Bebas
Tujuan Penetapan                  :  Untuk mengetahui kadar alkali bebas
   dalam sampel sabun Lifebuoy.
Dasar Prinsip                          : Jumlah alkali yang terkandung dalam
   sampel dinetralkan dengan HCl. Jumlah  
   HCl yang digunakan eqivalen dengan
   jumlah alkali yang terkandung dalam
   sampel.

Reaksi                                     :

          NaOH        +       HCl          --->         NaCl          +       H2O

Landasanteori :

Alkali Bebas

Sabun adalah surfaktan yang digunakan dengan air untuk mencuci dan membersihkan. Surfaktan juga dapat ditemui pada deterjen, kosmetikfarmasi dan tekstil. Produk pangan seperti eskrim juga menggunakan surfaktan sebagai bahannya. Karena sifatnya yang menurun kan tegangan permukaan, surfaktan dapat digunakan sebagai bahan pembasah (wetting agent), bahan pengemulsi (emulsion agent) dan sebagai bahan pelarut (solubilizing agent).
Seperti sabun, deterjen memiliki rantai molekul hidrofobik atau rantai molekul yang tidak suka air dan komponen hidrofilik atau rantai molekul suka air. Hidrokarbonhidrofobik yang ditolak oleh air, tapi ditarik oleh minyak dan lemak. Dibanding dengan sabun, detergen mempunyai keunggulan antara lain mempunyai daya cuci yang lebih baik  serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air. Detergen terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi yang digunakan untuk membantu pembersihan.
Sifat umum Sabun dan Detergen:
1. Bersifat basa
2. Tidakberbuih di air sadah (GaramCa, Mg dariKhloridadanSulfat.
3. Bersifatmembersihkan
R- (non polar dan Hidrofob)  akan membelah molekul minyak dan kotoran menjadi partikel yang lebih kecil sehingga air mudah membentuk emulsi dengan kotoran dan mudah dipisahkan. Sedangkan -C-O(polar dan Hidrofil) akan larut dalam air membentuk buih dan mengikat partikel – partikel kotoran sehingga terbentuk emulsi.
Deterjen terdiri dari surfaktan, builder yang berfungsi meningkatkan daya cuci dan bahan aditif lainnya. Deterjen memiliki struktur kimia yang terdiri dari ujung karbon hidrofobik dan ujung sulfat sehingga dapat mengemulsi lemak. Istilah deterjen biasanya digunakan untuk berbagai macam bahan pembersih atau bahan yang memiliki kemampuan membersihkan.
Komponen deterjen dan peranannya:
  • Surfaktan: dalam suatu formulasi deterjen, surfaktan berfungsi untuk mengadsorpsi, mengurangi daya tegang antar permukaan, membasahi, mengemulsikan, dan mendispersi.
  • Builder: berfungsi untuk meningkatkan daya cuci, misalnya sodium karbonat, sodium sulfat, sodium nitrat, sodium trifosfat, sodium silikat, dll. Tripoli Sodium Fosfat (TSP) merupakan salah satu contoh polifosfat yang sering digunakan sebagai zat pembangun dalam pembuatan deterjen. Polifosfat bersifat basa, berfungsi melunakkan air sadah, sebagai buffer, mencegah redeposisi, dan menyebarkan deterjen dalam larutan. 
  • Filler (pengisi) adalah bahan tambahan deterjen yang tidak mempunyai kemampuan meningkatkan dayac uci, tetapi menambah kuantitas atau dapat memadatkan dan memantapkan sehingga dapat menurunkan harga. Contoh : Sodium sulfate  
  • Additives adalah bahan suplemen/ tambahan untuk membuat produk lebih menarik, misalnya pewangi, pelarut, pemutih, pewarna dan sebagainya yang tidak berhubungan langsung dengan daya cuci deterjen. Additives ditambahkan lebih untuk maksud komersialisasi produk. Contoh : Enzyme, Borax, Sodium chloride, Carboxy Methyl Cellulose (CMC) dipakai agar kotoran yang telah dibawa oleh detergent kedalam larutan tidak kembali kebahan cucian pada waktu mencuci (anti Redeposisi). Wangi – wangian a tau parfumd ipakai agar cucian berbau harum, sedangkan air sebagai bahan pengikat. 
  • Bahan-bahan lain, misalnya: (i) antioksidan untuk mencegah deterioration  sabun terhadap oksidasi (sodium thiosulfatdan sodium hyposulfat); (ii) zat bleaching danoxiding agent untuk dicampur dengan powdered soap (sodium perborat); (iii) Ian olin untuk meningkatkan kadar minyak; (iv) pelembut kulit; (v) lain-lain seperti parfum, pewarna, senyawa kimia pharmaceutical (deodorant), enzim (protease) yang sering ditambahkan dalam deterjen untuk meningkatkan daya pengikat terhadap kotoran berupa protein.
Sabun dan deterjen dapat berperan sebagai surfaktan sehinggad apat mengemulsikan air dengan lemak (kotoran) yang akan dibersihkan. Surfaktan adalah bahana ktif permukaan, yang bekerja menurun kan tegangan permukaan cairan, sifat aktif ini diperoleh dari sifat ganda molekulnya. Bagian polar molekul nya dapat bermuatan positif, negatif atau punnetral, bagian polar mempunyai gugus hidroksil semetara bagian non polar biasanya merupakan rantai alkil yang panjang. Surfaktan pada umumnya disintesis dari turunan minyak bumi dan limbahnya dapat mencemarkan lingkungan, karena sifatnya yang sukar terdegradasi, sela ini tuminyak bumi merupakan sumber bahan baku yang tidak dapat diperbarui.  
Ini surfaktan biasa disebut juga emulgator. Mekanisme kerja surfaktan juga melibatkan terbentuknya kombinasi air,  surfaktan dan lemak. Setelah lemak terangkat oleh surfaktan, lalu surfaktan tersebut larut dan membentuk kombinasi yang biasa disebut misel.
Bagian yang berbentuk bulat dan lonjong merupakan kepala yang mengarah keluar dan berinteraksi dengan air. Sedangkan bagian yang panjang dan mengarah ke dalam merupakan bagian ekor yang berinteraksi dengan lemak. Dari gambar di atas terlihat bahwa lemak atau kotoran seolah-olah terbungkus dalam kumpulan surfaktan sehingga dapat larut dalam air.

Alat Dan Bahan :

Alat:
·        Erlenmeyer 250 ml
·        Gelasukur 50 ml
·        Pipettetes
·        Waterbath
·        Pendingintegak
·        Nampan
·        Buret
·        Statif
·        Corong


Bahan :
·        Sampel (sabun)
·        Alcohol netral
·        Indicator PP
·        Aquadest
·        HCl alcohol 0,1 N


HASIL ANALISIS : ..........................................................


Kesimpulan        :  Dari hasil pengamatan dan perhitungan, dapat
                                 disimpulkan bahwa kadar alkali bebas yang terkandung
                                 dalam sampel sabun Lifebuoy adalah 0,25 %.





DAFTAR PUSTAKA :