PRAKTIKUM
TERPADU
Disusun Oleh :
Nama : Dwi Amalia Firdaus
Nis : 134944
Kelas / Kelompok : IIID / D1.3
SMK-SMAK MAKASSAR TAHUN AJARAN
2015/2016
Nama : Dwi Amalia Firdaus
Nis : 134944
Kelas : 3D
Kelompok : D1.3
Tanggal
Mulai : 28 Januari
2016
Tanggal
Selesai : 28 Januari
2016
Judul
Penetapan : Kadar Asam Lemak Bebas
Tujuan
Penetapan : Untuk mengetahui kadar asam lemak
bebas dalam sampel sabun LUX.
Dasar
Prinsip : Jumlah asam lemak yang terkandung
dalam sampel dinetralkan dengan
NaOH. Jumlah NaOH yang digunakan
eqivalen dengan jumlah asam lemak
yang terkandung dalam sampel.
Reaksi :
Landasan
teori :
Asam
Lemak Bebas
Bilangan asam adalah ukuran dari
jumlah asam lemak bebas, serta dihitung berdasarkan berat molekul dari asam
lemak atau campur anasam lemak . Bilangan asam dinyatakan sebagai jumlah
milligram KOH yang digunakan untuk menetralkan asam lemak bebas yang terdapat
dalam 1 gram minyak ataul emak. Bilangan asam yang besar menunjukkan asam lemak
bebas yang besar pula, yang berasal dari hidrolisa minyak atau lemak, ataupun
karena proses pengolahan yang kurangbaik. Makin tinggi bilangan asam, maka
makin rendah kualitasnya.
Penentuan bilangan asam dipergunakan
untuk mengukur jumlah asam lemak bebas yang terdapat dalam minyak atau lemak.
Besarnya bilangan asam tergantung dari kemurnian dan umur dari minyak atau
lemak tersebut.
Analisa minyak dan lemak yang
umumnya banyak dilakukan dalam bahan makanan adalah penentuan sifat fisik
maupun kimiawi yang khas mencirikan sifatnya tertentu sehingga dapat dianalisa
dengan bilangan asam pada suatu sampel.
Minyak merupakan salah satu zat
makanan yang penting bagi kebutuhan tubuh manusia. Selain itu minyak juga
merupakan sumber energi dimana satu gram minyak dapat menghasilkan 9 kkal. Minyak (nabati) mengandungasam lemak
tak jenuh dan beberapa asam lemak esensial seperti asam olet, linolet dan
linolena.
Minyak berperan penting bagi
pengolahan bahan pangan, kerena minyak mempunyai titik didih yang tinggi
(±200oC). Oleh karena itu minyak dapat digunakan untuk menggoreng makanan
sehingga bahan yang digoreng menjadi kehilangan kadar air dan menjadi kering.
Selain itu pula minyak dapa juga memberikan rasa yang gurih dan aroma yang
spesifik.
Kandungan asam lemak bebas dalam
minyak yang bermutu baik hanya terdapat dalam jumlah kecil, sebagian besar asam
lemak terikat dalam bentuk ester atau bentuk trigliserida. Minyak kelapa dapat mengalami
perubahan aroma dan cita rasa selama penyimpanan. Perubahan ini disertai dengan
terbentuknya senyawa-senyawa yang dapat menyebabkan kerusakan minyak.
Bilangan asam menunjukkan banyaknya
asam lema bebas dalam minyak dan dinyatakan dengan mg basa per 1 gram minyak.
Bilangan asam juga merupakan parameter penting dalam penentuan kualitas minyak.
Bilangan ini menunjukkan banyaknya asam lemak bebas yang ada dalam minyak
akibat terjadi reaksi hidrolisis pada minyak terutama pada saat pengolahan .
Asam lemak merupakan struktur kerangka dasar untuk kebanyakan bahan lipid.
Bilangan Asam atau angka asam
adalah jumlah miligram KOH (Kalium Hidroksida) yang dibutuhkan
untuk menetralkan asam-asam lemak bebas dari satu gram minyak atau lemak.
Bilangan Asam dipergunakan untuk mengukur jumlah asam lemak bebas yang
terdapat dalam lemak dan minyak.
Bilangan asam
adalah ukuran jumlah asam bebas yang dihitung berdasar bobot molekul asam lemak
atau campuran asam lemak. Bilangan asam dinyatakan sebagai jumlah miligram KOH
0,1 N yang dibutuhkan untuk menetralkan asam lemak bebas yang terdapat dalam 1
gram minyak. Bilangan asam ini menyatakan jumlah asam lemak bebas yang
terkandung dalam minyak, dan biasanya dihubungkan dengan telah terjadinya hidrolisis
minyak berkaitan dengan mutu minyak.
Alkohol
Alkohol adalah kelompok senyawa yang mengandung satu atau
lebih gugus fungsi hidroksil (-OH) pada suatu senyawa alkana. Alkohol dapat
dikenali dengan rumus umumnya R-OH. Alkohol merupakan salah satu zat yang
penting dalam kimia organik karena dapat diubah dari dan ke banyak tipe senyawa
lainnya. Reaksi dengan alkohol akan menghasilkan 2 macam senyawa. Reaksi bisa
menghasilkan senyawa yang mengandung ikatan R-O atau dapat juga menghasilkan
senyawa mengandung ikatan O-H. Salah satu senyawa alkohol,etanol (etil alkohol, atau alkohol
sehari-hari), adalah salah satu senyawa yang dapat ditemukan pada minuman
beralkohol. Rumus kimianya CH3CH2OH.
Alkohol umumnya berwujud cair dan memiliki sifat mudah
menguap (volatil) tergantung pada panjang rantai karbon utamanya (semakin
pendek rantai C, semakin volatil). Kelarutan alkohol dalam air semakin rendah
seiring bertambah panjangnya rantai hidrokarbon. Hal ini disebabkan karena
alcohol memiliki gugus OH yang bersifat polar dan gugus alkil (R) yang bersifat
nonpolar, sehingga makin panjang gugus alkil makin berkurang kepolarannya
Indikator
PP (Phenolphtalein)
Indikator PP (phenolphtealin) adalah Indikator
asam-basa yang digunakan dalam titrasi asidimetri dan alkalimetri. Indikator
ini bekerja karena perubahan pH larutan. Indikator ini merupakan senyawa
organik yang bersifat asam atau basa, yang dalam daerah pH tertentu akan
berubah warnanya. Indikator Phenol phtalein dibuat dengan cara kondensasi
anhidrida ftalein (asam ftalat) dengan fenol. Trayek pH 8,2 – 10,0 dengan warna
asam yang tidak berwarna dan berwarna merah muda dalam larutan basa. Penggunaan
PP dalam titrasi:
- Tidak dapat digunakan untuk titrasi asam kuat oleh basa kuat, karena pada titik ekivalen tidak tepat memotong pada bagian curam dari kurva titrasi, hal ini disebabakan karena titrasi ini saling menetralkan sehingga akan berhenti pada pH 7, sedangkan warna berubah pada pH 8.
- Titrasi asam lemah oleh basa kuat. Boleh untuk
digunakan karena
pada pH + 9. untuk konsentrasi 0,1 M - Titrasi basa lemah oleh asam kuat, tidak dapat dipakai,
- Titrasi Garam dari Asam lemah oleh Asam kuat. PP tidak dapat dipakai. Trayek pH tidak sesuai dengan titik ekivalen (Anonim, 2011b).
Larutan
NaOH (Natrium Hidroksida)
Natrium hidroksida (NaOH), juga dikenal sebagai soda
kaustik atau sodium hidroksida, adalah sejenis basa logam kaustik. Natrium hidroksida terbentuk dari oksida basa Natrium oksida dilarutkan
dalam air. Natrium hidroksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke dalam air.
NaOH digunakan di berbagai macam bidang industri, kebanyakan
digunakan sebagai basa dalam proses produksi bubur kayu dan kertas, tekstil, air minum, sabun dan deterjen.
Natrium hidroksida murni berbentuk putih padat dan tersedia
dalam bentuk pelet, serpihan, butiran ataupun larutan jenuh 50%. Ia bersifat
lembap cair dan secara spontan menyerap karbon dioksida dari udara bebas. NaOH
juga sangat larut dalam air dan akan melepaskan panas ketika dilarutkan. Ia
juga larutdalam etanol dan metanol, walaupun kelarutan NaOH
dalam kedua cairan ini lebih kecil daripada kelarutan KOH. Ia tidak larut dalam dietil eter dan pelarut non-polar
lainnya. Larutan natrium hidroksida akan
meninggalkan noda kuning pada kain dan kertas.
ALAT :
-
Buret 50 mL
-
Erlenmeyer
250 mL
-
Pengaduk
-
Corong
-
Pendingin
Tegak
-
Gelas
Piala 500 Ml
-
Nampan
-
Penangas
air
-
Neraca
Digital
-
Batu
Didih
BAHAN
:
-
Sampel
Sabun Mandi
-
Larutan
NaOH 0,0870 N
-
Indikator
PP
-
Alkohol
Netral
-
Aquadest
HASIL
ANALISIS : ..............................
Kesimpulan :
Dari hasil pengamatan dan perhitungan, dapat
disimpulkan bahwa kadar asam lemak bebas yang
terkandung dalam sampel
sabun LUX
adalah 0,73
%.
DAFTAR
PUSTAKA :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar